Perang Proxy adalah sebuah konfrontasi antar dua negara yang
menggunakan pemain pengganti untuk menghindari perang secara langsung yang
beresiko pada kehancuran total.
Aktor non negara kekerasan dan tentara bayaran, pihak ketiga
lainnya sering digunakan.
Diharapkan bahwa kelompok kelompok ini bisa menyerang lawan
tanpa menggunakan perang skala penuh atau Perang Frontal.
Perang Proxy juga telah berjuang bersama konflik secara
penuh. Hal ini hampir mustahil untuk memiliki perang Proxy yang murni.
Sebagai kelompok berjuang untuk bangsa tertentu biasanya
memiliki kepentingan mereka sendiri,yang dapat menyimpang dari patron mereka.
Biasanya perang Proksi berfungsi dengan baik selama perang
dingin,karena mereka menjadi kebutuhan dalam melakukan konflik bersenjata
setidaknya antara dua pihak yang berperang sambil terus perang dingin.
Dalam pada ituKASAD Jendral GATOT NURMANTYOmenyatakan,
Indonesia sebagai salah satu negara Ekuator yang memiliki
potensi vegetasi sepanjang tahun akan menjadikan arena persaingan kepentingan
Nasional berbagai negara. Untuk itu diperlukan langkah antisipasi agar keutuhan
dan Kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia bisa terjaga.
Konflik konflik di belahan dunia terjadi akibat persaingan
kepentingan antar negara untuk menguasai sumber energi.
Salah satu contohnya, invasi Iraq ke Kuwait pada 2 Agustus
1990 merupakan jalan pintas memulihkan ekonomi Iraq akibat turunnya harga
minyak dipasaran Internasional.
Amerika serikat mengkhawatirkan situasi itu akan menggoyang
harga minyak dunia dan mengganggu pasokan minyak ke negaranya.
Dengan berbagai dalih akhirnya Amerika melakukan Invasi ke
Iraq dalam operasi militer yang bernama Badai Gurun Padang Pasir/ Dessert
storm.
Posisi Geografis Indonesia yang dibawah tepat Garis Khatulistiwa
menempatkan posisi Indonesia dalam wilayah Tropis yang hanya merasakan dua
jenis musim penghujan dan kemarau sehingga di Indonesia bisa bercocok tanam
sepanjang tahun.
Indonesia juga masih memiliki lebih dari 5.000 M3 air bersih
per kapita per tahun. Dari sisi kepemilikan migas dan gas metana batu bara,
sumur sumur minyak, gas dan simpanan batu bara di hampir seluruh wilayah
Indonesia telah diolah perusahaan perusahaan asing yang memiliki modal besar.
Negara negara tersebut antara lain Usa, Inggris, Australia,
Italia, Tiongkok, Malaysia, Norwegia.
Selain itu posisi Geopolitik Indonesia yang tepat di tengah
negara negaraFive Power Defense Arrangement ( FPDA )yaitu perjanjian kerja sama
pertahanan negara negara persemakmuran Inggris, menyimpan kerawanan yang patut
menjadi perhatian serius.
Disebelah utara ada Malaysia dan Singapura,sedangkan di
bagian selatan terdapat Australia dan Selandia baru.
Setidaknya tiga dari empat negara tersebut pernah memiliki
sejarah hubungan bilateral yang kurang harmonis dengan Indonesia.
Sifat dan karakteristik perang telah bergeser seiring dengan
perkembangan tehnologi.
Kemungkinan terjadinya perang konvensional antar dua negara
dewasa ini kemungkinannya kecil. Namun adanya tuntutan kepentingan kelompok
telah menciptakan perang perang jenis baru seperti Perang PROXY, Perang HIBRIDA
dan Perang ASIMETRIS.
Biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain
pengganti adalah negara kecil. Namun juga bisa NONSTATE ACTORS yang dapat
berupa LSM, Ormas, Kelompok masyarakat atau perorangan.
Melalui perang Proksi ini tidak diketahui dengan jelas siapa
kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan Nonstate Actor dari jauh.
Perang Proxy telah berlangsung di Indonesia dalam bermacam
bentuk, seperti gerakan Separatis,Militan IS/ISIS,Demonstrasi Massa, Hak asasi
manusia ,bentrok antar kelompok dll dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lepasnya Timor timur dari Indonesia di mulai dengan
pemberontakan bersenjata, perjuangan diplomasi, sampai munculnya
referendum,merupakan contoh Perang Proksi yang nyata .Celah Timor tanpa diduga
menyimpan minyak dan gas bumi dalam jumlah yang fantastis.
Australia pun ingin menguasai kandungan minyak di celah
Timor dengan pembagian yang lebih besar. Setelah perjanjuan celah Timor dengan
Indonesia berakhir, Australia menggunakan isu hak asasi manusia HAM menyerukan
perlunya penentuan nasib sendiri untuk rakyat Timor Timur.
Dijalur diplomatik, Australia juga membujuk PBB untuk
mengeluarkan sebuah RESOLUSI Dewan Keamanan agar mengizinkan pasukan Multinasional
dibawah pimpinannya masuk ke Timor Timur dengan alasan kemanusiaan,
menghentikan kekerasan dan mengembalikan perdamaian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar