Selasa, 31 Mei 2016

PERANG PROXY

Perang Proxy adalah sebuah konfrontasi antar dua negara yang menggunakan pemain pengganti untuk menghindari perang secara langsung yang beresiko pada kehancuran total.
Aktor non negara kekerasan dan tentara bayaran, pihak ketiga lainnya sering digunakan.
Diharapkan bahwa kelompok kelompok ini bisa menyerang lawan tanpa menggunakan perang skala penuh atau Perang Frontal.
Perang Proxy juga telah berjuang bersama konflik secara penuh. Hal ini hampir mustahil untuk memiliki perang Proxy yang murni.
Sebagai kelompok berjuang untuk bangsa tertentu biasanya memiliki kepentingan mereka sendiri,yang dapat menyimpang dari patron mereka.
Biasanya perang Proksi berfungsi dengan baik selama perang dingin,karena mereka menjadi kebutuhan dalam melakukan konflik bersenjata setidaknya antara dua pihak yang berperang sambil terus perang dingin.
Dalam pada ituKASAD Jendral GATOT NURMANTYOmenyatakan,
Indonesia sebagai salah satu negara Ekuator yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun akan menjadikan arena persaingan kepentingan Nasional berbagai negara. Untuk itu diperlukan langkah antisipasi agar keutuhan dan Kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia bisa terjaga.
Konflik konflik di belahan dunia terjadi akibat persaingan kepentingan antar negara untuk menguasai sumber energi.
Salah satu contohnya, invasi Iraq ke Kuwait pada 2 Agustus 1990 merupakan jalan pintas memulihkan ekonomi Iraq akibat turunnya harga minyak dipasaran Internasional.
Amerika serikat mengkhawatirkan situasi itu akan menggoyang harga minyak dunia dan mengganggu pasokan minyak ke negaranya.
Dengan berbagai dalih akhirnya Amerika melakukan Invasi ke Iraq dalam operasi militer yang bernama Badai Gurun Padang Pasir/ Dessert storm.
Posisi Geografis Indonesia yang dibawah tepat Garis Khatulistiwa menempatkan posisi Indonesia dalam wilayah Tropis yang hanya merasakan dua jenis musim penghujan dan kemarau sehingga di Indonesia bisa bercocok tanam sepanjang tahun.
Indonesia juga masih memiliki lebih dari 5.000 M3 air bersih per kapita per tahun. Dari sisi kepemilikan migas dan gas metana batu bara, sumur sumur minyak, gas dan simpanan batu bara di hampir seluruh wilayah Indonesia telah diolah perusahaan perusahaan asing yang memiliki modal besar.
Negara negara tersebut antara lain Usa, Inggris, Australia, Italia, Tiongkok, Malaysia, Norwegia.
Selain itu posisi Geopolitik Indonesia yang tepat di tengah negara negaraFive Power Defense Arrangement ( FPDA )yaitu perjanjian kerja sama pertahanan negara negara persemakmuran Inggris, menyimpan kerawanan yang patut menjadi perhatian serius.
Disebelah utara ada Malaysia dan Singapura,sedangkan di bagian selatan terdapat Australia dan Selandia baru.
Setidaknya tiga dari empat negara tersebut pernah memiliki sejarah hubungan bilateral yang kurang harmonis dengan Indonesia.
Sifat dan karakteristik perang telah bergeser seiring dengan perkembangan tehnologi.
Kemungkinan terjadinya perang konvensional antar dua negara dewasa ini kemungkinannya kecil. Namun adanya tuntutan kepentingan kelompok telah menciptakan perang perang jenis baru seperti Perang PROXY, Perang HIBRIDA dan Perang ASIMETRIS.
Biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil. Namun juga bisa NONSTATE ACTORS yang dapat berupa LSM, Ormas, Kelompok masyarakat atau perorangan.
Melalui perang Proksi ini tidak diketahui dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan Nonstate Actor dari jauh.
Perang Proxy telah berlangsung di Indonesia dalam bermacam bentuk, seperti gerakan Separatis,Militan IS/ISIS,Demonstrasi Massa, Hak asasi manusia ,bentrok antar kelompok dll dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lepasnya Timor timur dari Indonesia di mulai dengan pemberontakan bersenjata, perjuangan diplomasi, sampai munculnya referendum,merupakan contoh Perang Proksi yang nyata .Celah Timor tanpa diduga menyimpan minyak dan gas bumi dalam jumlah yang fantastis.
Australia pun ingin menguasai kandungan minyak di celah Timor dengan pembagian yang lebih besar. Setelah perjanjuan celah Timor dengan Indonesia berakhir, Australia menggunakan isu hak asasi manusia HAM menyerukan perlunya penentuan nasib sendiri untuk rakyat Timor Timur.

Dijalur diplomatik, Australia juga membujuk PBB untuk mengeluarkan sebuah RESOLUSI Dewan Keamanan agar mengizinkan pasukan Multinasional dibawah pimpinannya masuk ke Timor Timur dengan alasan kemanusiaan, menghentikan kekerasan dan mengembalikan perdamaian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar