Selasa, 31 Mei 2016

PERANG HIBRIDA

Perang Hibrida (Hybird War) adalah sebuah strategi militer yang memadukan antara perang Konvensional,perang yang tidak teratur dan ancaman cyber warfare baik berupa serangan Nuklir, senjata biologi dan kimia,alat peledak improvisasi dan perang Informasi.
Lalu bagaimana kita mengartikan perang Hibrida ini dalam konteks yang mudah di mengerti?
Untuk memudahkan pemahaman kita barangkali ada contoh yang sudah sangat dikenali oleh masyarakat yaitu perang di medan KURUSETRA dalam pewayangan yang melibatkan pihak PENDAWA dan KURAWA.
Perang Kurusetra merupakan perang 18 hari yang berakhir dengan kemenangan pihak Pendawa.
Perang Kurusetra merupakan gambaran perang Hibrida yang rasanya lebih mudah di mengerti.
Perang tersebut meliputi perang Konvensional karena mempunyai aturan perang dan dilakukan dalam formasi formasi tertentu, senjata yang digunakan pun Deskripsinya sudah mengarah kepada senjata Nuklir pada saat ini ( Hanya saja pada saat itu berupa Panah, Gada, pedang, Cakra dan sejenisnya namun Deskripsi ketika senjata itu digunakan efeknya sama dengan senjata Nuklir saat ini ).
*.-Perang Irregulermenjadikan Srikandi tameng,padahal bukan Irreguler Forces.
*.-Perang Asimetrik, Gatot kaca sendirian melawan pasukan yang besar.
*.-Perang Informasi,lebih tepatnya Disinformasi dan rekayasa Informasi dengan menyebarkan Informasi terbunuhnya gajah bernama ASWATAMA yang merupakan faktor penentu kemenangan perang.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa Perang Hibrida intinya adalah gabungan berbagaj jenis perang yang biasanya dilakukan pihak yang lebih lemah untuk melawan pihak yang lebih kuat secara Konvensional.
Inilah barangkali gambaran sederhana yang lebih mudah dimengerti tentang apa itu perang Hibrida.
Perang HIBRIDA merupakan campuran model perang asimetris, perang simetris ( serbuan militer ) ,perang proksi, perang informasi ( wujudnya bisa propaganda, edit dan kontra berita, penyesatan dll ) serta perang konvensional itu sendiri.
Ada empat jenis prakteknya atau bisa juga lebih. Artinya model mana duluan, siapa di belakang, kapan bersamaan, atau bagaimana manuver dengan intensitas berbeda maka terpulang The man behind the gun strategy.
-Gejolak politik di Libya tatkala campur tangan tangan asing menggusur Moammar Khadafi dari tampuk kekuasaan adalah salah satu contoh Perang Hibrida.
-Dari ARAB SPRING atau ” musim semi Arab” inilah model Perang asimetris dan perang Hibrida seolah olah gerakan rakyat /massa sebagaimana pernah menggulung negara negara PAKTA WARSAWA dekade 2000-an yang berslogan Colour revolution atau Revolusi warna.
-isu perang Balkan yang terkenal dengan istilah BALKANISASI tidak luput dari model perang campuran yaitu perang Asimetris ,perang Hibrida dan perang Proksi.
Apabila dicermati, ternyata para penulis Amerika ketika membicarakan perang Hibrida secara khusus adalah membahas tentang kasus kasus perang di Iraq, Afghanistan,syria,Libya,yaman dan Libanon yang bisa dipastikan ini adalah konsep perlawanan atau perjuangan yang mengusung konsep gerilya,perang kota, Asimetris, menggunakan persenjataan canggih dan perang Informasi dengan memanfaatkan segala upaya untuk dapat bertahan melawan agressor dan mengusirnya keluar dari negaranya.
Dalam hal ini, Amerika telah mempelajari kegagalan mereka pada perang Vietnam dan kegagalan mengendalikan Somalia.
Apabila mengacu pada hal itu, maka situasinya kira kira kembali sama ketika Indonesia mengalami perjuangan fisik yang tidak lain adalah PEOPLE’S WAR yang merupakan perang Inkonvensional dan tidak teratur ( Irregular ). namun sesuai kondisi saat ini dengan kesulitan yang lebih tinggi karena sudah memanfaatkan tehnologi informasi seperti yang digunakan dalam Cyber War. Kelompok Teroris dan Insurjen memanfaatkan internet untuk berkomunikasi,mendistribusikan propaganda, merekut anggotanya dan tugas tugas lainnya yang menambah kompleksitas perang tersebut.
Khusus mengenai kondisi di Indonesia,
Ada ancaman aktual terkait dengan perang Hibrida ini yaitu masalah:
-Konflik Horizontal antara kelompok etnis dan kelompok religius/militant, jaringan narkoba, kelompok Insurjen dan terorisme.

Dengan demikian ancaman perang Hibrida itu memang benar benar ada sesuai dengan yang dinyatakan dalam amanat oleh Panglima TNI,oleh karenanya TNI harus sedia payung sebelum hujan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar