TUGAS
IBD
LAPORAN
PERJALANAN WISATA KE TMII (Anjungan SULAWESI UTARA)
Disusun Oleh :
Faisal Ghifari
Galih Ardiadji
M Rifky Zamzami
Adriansyah Firdaus
Universitas Gunadarma
Tahun Pelajaran 2015 - 2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT
karena berkat rahmat dan karuniaNya kami berhasil menyelesaikan Laporan
Perjalanan ke Taman Mini Indonesia Indah yang dilaksanakan pada Hari Minggu, 17
April 2016.
Dalam laporan ini kami akan menjelaskan tempat yang menjadi tujuan.
Lewat laporan ini juga kami mengucapkan terima kasih khususnya kepada Ibu Nur Putri Erdianti yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan perjalanan wisata ini, serta kepada orangtua kami yang telah mengizinkan kami untuk melakukan perjalanan wisata ini, sehingga kegiatan perjalanan wisata ini dapat berjalan dengan baik.
Penyusun mengharapkan agar laporan ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca tentang Anjungan SULAWESI UTARA dan yang ada di dalam nya.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan, maka dari itu saran dan kritik yang membangun, sangat kami harapkan dari pembaca demi menyempurnakan laporan ini.
Harapan kami semoga penyusunan laporan ini diterima dan dimengerti serta bermanfaat bagi kami khususnya maupun pembaca.
Dalam laporan ini kami akan menjelaskan tempat yang menjadi tujuan.
Lewat laporan ini juga kami mengucapkan terima kasih khususnya kepada Ibu Nur Putri Erdianti yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan perjalanan wisata ini, serta kepada orangtua kami yang telah mengizinkan kami untuk melakukan perjalanan wisata ini, sehingga kegiatan perjalanan wisata ini dapat berjalan dengan baik.
Penyusun mengharapkan agar laporan ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca tentang Anjungan SULAWESI UTARA dan yang ada di dalam nya.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan, maka dari itu saran dan kritik yang membangun, sangat kami harapkan dari pembaca demi menyempurnakan laporan ini.
Harapan kami semoga penyusunan laporan ini diterima dan dimengerti serta bermanfaat bagi kami khususnya maupun pembaca.
Depok, 17 April 2016
Tim penyusun
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar........................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................................... iii
Kata Pengantar........................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................................... iii
BAB I.Pendahuluan
A. Tujuan Laporan perjalanan………………………………………………………….......................1
B. Manfaat Laporan Perjalanan …………………………………………………………....................1
BAB II. PELAKSANAAN KEGIATAN
A.
Waktu
dan tempat
pelakasanaan.....................................................................
B.
Isi.....................................................................................
BAB III. PENUTUP
A.KESIMPULAN.....................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
Kami mengunjungi salah
satu tempat yang memiliki banyak sejarah yaitu kampung sindang barang. Kami
melakukan perjalanan wisata ini dalam rangka mengerjakan tugas ilmu budaya
dasar. Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 17 April 2016.
A.
TUJUAN LAPORAN PERJALANAN
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa mengenai kampung budaya dan objek-objek wisata sejarah maupun rekreasi di anjungan Sulawesi Utara
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa mengenai kampung budaya dan objek-objek wisata sejarah maupun rekreasi di anjungan Sulawesi Utara
B. MANFAAT LAPORAN PERJALANAN
1. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
2. Mengenalkan mahasiswa dengan berbagai rumah adat dan budaya diantaranya Sulawesi Utara.
3. Untuk melihat keindahan karya manusia beserta Tuhannya Allah SWT
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Waktu dan tempat pelakasanaan
Dilaksanakan pada:
Hari : Minggu
Tanggal : 17 April 16
Jam : 09.00 WIB
tempat : Taman Mini Indonesia Indah
biaya : Rp.10.000/orang
Dilaksanakan pada:
Hari : Minggu
Tanggal : 17 April 16
Jam : 09.00 WIB
tempat : Taman Mini Indonesia Indah
biaya : Rp.10.000/orang
B. Isi
Dalam perjalanan kali ini kami mengunjungi Taman Mini
Indonesia Indah dalam rangka memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar. Pada tugas kali
ini kami mengunjungi Anjungan Sulawesi Utara yang merupakan salah satu daerah
budaya di Indonesia. Di dalam sana kami banyak melihat berbagai budaya yang
terdapat pada Sulawesi Utara diantaranya berbagai alat musik lalu baju adat
serta kerajinan pada daerah tersebut.
Berikut ini berbagai foto saya akan lampirkan demi memenuhi tugas ini :
Rumah Adat
Salah satu
contoh rumah adat Sulawesi Utara dinamakan “Rumah Pewaris”. Rumah ini dihuni
oleh para pemimpin maupun rakyat biasa. Rumah tersebut harus dibuat dari balok
atau papak tanpa sambungan. Kayunya tak boleh bengkok sebagai pelambang
ketulusan lahir dan batin. Atapnya dari daun rumbia dan dikanan kiri rumah
terdapat tangga. Rumah pewaris mempunyai ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar
kamar. Kolong rumah tersebut dapat digunakan untuk tempat menyimpan alat alat
pertanian maupun alat alat perikanan.didepan rumahnya, pada bagian kanan dan
kiri masing masing terdapat sebuah tangga untuk memasuki rumah, kita harus
menaiki tangga yang sebelah kanan, sedangkan untuk keluar dari rumah, kita
harus menuruni tangga yang sebelah kiri. Seluruh rumah terbuat dari bahan kayu.
Kolintang.
Sebuah alat
musik tradisional yang terkenal di daerah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.
Bahan untuk membuat kolintang ini adalah kayu. Ada yang dibuat dari bahan kayu
bernama kayu bandaran, atau kayu wenang, kayu telor dan cempaka. Umumnya kayu
yang dibuat untuk membuat Kolintang ini adalah kayu-kayu ringan, namun memiliki
serat kayu yang padat. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul. Bahkan
Kolintang ini terkenal dapat mengeluarkan bunyi yang khas karena bisa digunakan
untuk mengeluarkan bunyi nada rendah maupun nada tinggi.
Sasesahang.
Alat musik
ini terbuat dari bambu. Sasesaheng dibuat dari bambu yang dibelah kemudian
salah satu ujungnya dibentuk runcing menyerupai 'paruh burung' atau garpu.
Salah satu sisi belahan terdapat dua lubang jari berukuran kecil. Alat musik
ini dimainkan dengan cara dipukul-pukul ke tangan kiri, sementara jari tangan
kanan berada pada lubang mengatur nada. Suara yang dihasilkan berupa dengungan
lembut.
Arababu.
Alat musik
ini terbuat dari bambu dan kulit binatang. Arababu terdiri dari 2 buah
tempurung kelapa dan 3 buah alat penggesek. Arababu merupakan alat musik gesek
sejenis rebab dengan satu dawai. Badan alat musik ini dibuat dari tempurung
kelapa yang ditutup dengan pelepah bambu, tangkai rebab dari bambu, sedangkan
dawainya dari serat pohon pisang Hote. Alat musik ini dilengkapi dengan tangkai
gesek dari bambu dan serat pohon pisang Hote.
Baju Adat dan Pernikahan.
Pakaian
Adat
Pakaian adat
kaum pria Sulawesi Utara adalah tutup kepala (destar), baju model teluk belanga
dan celana panjang. Sedangkan wanitanya memakai baju kurung dan kain panjang.
Selain itu dibagian dadanya terdapat hiasan yang khas, dan perhiasan lainnya
berupa subang serta gelang. Pakaian ini berdasarkan adat Bolaang Mongondow.
Pernikahan.
Upacara adat perkawinan bolaang mongondow
Dengan adanya tingkat atau kelas didalam masyarakat
Bolaang Mongondow , hal itu berpengaruh terhadap pelaksanaan adat istiadat
seperti pada upacara perkawinan.
Pada upacara ini ,pakaian pengantin yang biasanya dipakai oleh pengantin dari bangsa bangsawan dipakai kembali pada upacara perkawinan. Begitu juga mulai saat peminangan sampai saat mengantar Tali' atau biasa disebut mas kawin . Untuk Tali' terdapat perbedaan besarnya Tali' untuk membayar mas kawin dan tidak sepenuhnya dibayar dalam bentuk uang, namun sebagian berupa harta atau tanah , sawah ,kebun ,pohon kelapa yang dinamakan lakar-lakar atau barang motogat.
Pada upacara ini ,pakaian pengantin yang biasanya dipakai oleh pengantin dari bangsa bangsawan dipakai kembali pada upacara perkawinan. Begitu juga mulai saat peminangan sampai saat mengantar Tali' atau biasa disebut mas kawin . Untuk Tali' terdapat perbedaan besarnya Tali' untuk membayar mas kawin dan tidak sepenuhnya dibayar dalam bentuk uang, namun sebagian berupa harta atau tanah , sawah ,kebun ,pohon kelapa yang dinamakan lakar-lakar atau barang motogat.
Selain mas kawin maka dalam upacara ini, terdapat
biaya-biaya yang timbul atas penetapan adat yang harus dipersiapkan oleh
keluarga mempelai laki-laki , antara lain :
- Pongiooan
adalah uang yang diberikan sebagai tanda syukur atas diterimanya pinangan.
- Potarapan
adalah sejumlah atau seperangkat alat kecantikan yang dibawa serta
keluarga calon mempelai laki-laki untuk melihat calon mempelai
wanita.
- Pakeang
Tobaki adalah satu stel pakaian lengkap.
- Poleadan
adalah sejumlah uang yang diberikan kepada calon mempelai wanita.
- Guat
adalah sejumlah uang yang diberikan kepada orang tua mempelai wanita atas
kerelaanya melepaskan tanggung jawab terhadap anak gadisnya.
- Potulokan adalah sejumlah uang yang
diberikan kepada orang tua mempelai wanita atas kesediaanya mengizinkan
anak gadisnya mulai tinggal satu rumah dengan suaminya.
Setelah selesai menjalankan akad nikah dan pesta
perkawinan , mempelai wanita oleh keluarga laki-laki berkewajiban menjankan
adat Mogama' atau menjemput mempelai wanita berkunjung kerumah mempelai
laki-laki. Acara Gama' ini sangat penting karena kalau tidak di Gama'
konon kata masyarakat-masyarakat Adat mengatakan mempelai wanita dianggap
tabu berkunjung kerumah orang tua mempelai laki-laki.
Upacara ini dilaksanakan dimana pengantin wanita dijemput
untuk datang kerumah mempelai pria dan menurut adat bolaang mongondow merupakan
suatu keharusan yang dilaksanakan oleh keluarga pria sebab apabila belum
dilaksanakan maka sangsinya pengantin wanita tidak di perkenankan untuk
berkunjung kerumah pengantin pria selama hidupnya, karena orang mongondow
sangat menjunjung tinggi kehormatan/harkat wanita.
Apabila tidak dilaksanakan maka ada sanksi adat yang
disebut “Poton” artinya tabu atau kualat karena rangkaian adat perkawinan
bolaang mongondow baru lengkap dilaksanan apabila acara adat “mogama” ini
dilaksanakan. Pelaksanaanya adalah para pelaksana adat serta keluarga, sesepuh
keluarga baik mempelai pria mapun mempelai wanita.
Dibawah ini
adalah bagian belakang rumah adat Sulawesi Utara
Dibawah ini adalah kerajinan-kerajinan yang terdapat
pada daerah Sulawesi Utara
Keris khas Sulawesi Utara
berbentuk lurus, tidak ada lekukannya. Senjata ini termasuk kategori senjata
tikam.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Provinsi
Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi yang memiliki banyak kebudayaan, alat
musik, baju adat, macam-macam adat pernikahan dan macam-macam kerajinan seperti
yang di sebutkan di atas











Tidak ada komentar:
Posting Komentar